Kopral Thomas "Cotton" Jones bekerja untuk militer Amerika Serikat selama Perang Dunia (II). Sebelum dia dibunuh oleh sniper Jepang di Pasifik Tengah, ia menuliskan sebuah "permintaan terakhir" untuk siapa pun yang menemukan buku hariannya. Ia ingin buku itu diberikan pada Laura Mae Davis, gadis yang dicintainya. Bagaimanapun, Laura tak pernah menerima buku harian itu. Namun tangan Tuhan secara ajaib 70 tahun kemudian membantunya. Ia akhirnya bisa membaca diary cinta lamanya itu dengan cara yang paling mengejutkan.
Melansir dari Warhistoryonline, Senin (07/11/2016), Laura menemukannya saat mengunjungi Museum Nasional PD II di New Orleans. Buku harian itu tersimpan dalam kotak kaca.
Saat itu, Laura telah berusia 90 tahun dan penemuan itu membuat air matanya menitik. Sementara Laura sendiri waktu itu telah menikah dengan pria lain pada tahun 1945. "Aku sedang melihat-lihat foto sewaktu perang. Tapi aku benar-benar tak menyangka melihat buku harian dari 22 tahun itu berada di dalam salah satu kotak kaca," tutur Laura.
Menurut Kurator Eric Keling, selama 17 tahun bekerja di sana, ia belum pernah bertemu seseorang yang benar-benar memiliki kaitan dengan benda-benda di Museum Nasional PD II. Karenanya, ia sedikit terkejut saat Laura meminta izinnya melihat buku harian tersebut. Di dalam buku harian itu, Cotton menggambarkan hari-harinya di Korps Marinir AS. Sebagian besar isinya juga menyatakan cintanya pada Laura.
Cotton pernah memberinya cincin dan mengajaknya ke pesta dansa. Sampai kemudian ia mesti mengikuti panggilan militer. Dalam satu bagian, Cotton menuliskan kalau ia sedang menabung untuk membeli hadiah bagi gadis yang ia sayang itu. Sayang, ia tak pernah bisa melakukan itu karena Cotton tewas dalam satu perang yang ia ikuti. (wowkerenbgt)
0 comments
Post a Comment