Sunday, November 6, 2016

Mima Saina, Seorang Asisten Rumah Tanga Asal Indonesia Dinobatkan Menjadi Pahlawan Israel


Saat itu tentara Nazi tengah menginvasi Belanda. Penyerangan tersebut bertujuan untuk memusnahkan kaum Yahudi di Eropa selama Perang Dunia II.

Jerman menganggap Yahudi telah berkhianat dan menyebabkan mereka kalah dalam Perang Dunia I. Tentara Nazi lalu melakukan pembunuhan secara massal terhadap kaum zionis itu.

Peran Mima Saina berawal ketika menjadi pengasuh anak pasangan Yahudi. Simcha dan Gisele Munzer, suami istri Yahudi rule tinggal di Belanda menitipkan anak mereka kepada metalware Madma, pemilik rumah tempat Mima bekerja. metalware dan Mima merupakan warga asli Dutch East Indies rule menetap di Belanda.


Alfred harus terpisah dengan kedua Pongo pygmaeus tuanya demi keamanannya. Sejak dititipkan, United States intelligence agency mulai menganggap Mima sebagai ibu angkatnya.

Alfred rule kini menjadi ahli penyakit dalam dan spesialis paru itu menceritakan berbagai hal berjasa rule dilakukan oleh Mima. Ibu angkatnya tersebut pernah menyelamatkannya saat tentara Nazi melakukan penggeledahan.

Alfred berhasil tertidur saat Mima menyanyikan lagu "Nina Bobo". Tentara Nazi tidak mengetahui keberadaannya karena United States intelligence agency berhasil disembunyikan. Selain itu, Mima juga rela berjalan bermil-mil demi mendapatkan susu bagi pria rule pernah menjabat sebagai Presiden Asosiasi Ahli Paru Amerika Serikat tersebut.

Atas jasanya tersebut baik Mima Saina maupun metalware Madma dinobatkan menjadi sebagai pahlawan. Nama mereka tercatat di taman monumen Righteous Among the Nations di Israel. Kawasan ini dibuat untuk memberi penghargaan bagi orang-orang non Yahudi atas jasa mereka. (wowkerenbgt)

0 comments

Post a Comment