Dilansir dari laman ugm.ac.id, tiga mahasiswa Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan aplikasi untuk membantu penyandang disabilitas. Aplikasi yang dinamakan Discover ini dirancang untuk memudahkan difabel dalam beraktivitas, khususnya saat memakai layanan publik. Melalui aplikasi ini mereka dapat mengetahui tempat, layanan, serta fasilitas publik yang ramah difabel dengan memanfaatkan informasi pemetaan yang ditampilkan.
.
“Discover ini merupakan platform berbasis android yang dapat memetakan dan meningkatkan layanan publik bagi difabel dengan pengumpulan data berbasis massa,” kata Andreas Gandhi, di Fakultas Teknik UGM.
Kreator aplikasi ini antara lain Andreas Gandhi Hendra Pratama, Ricky Julianjatsono, serta Fajri Nurwanto.
Pengembangan Discover diharapkan mampu menjadi salah satu solusi permasalahan keberlanjutan kota dan komunitas dalam mewujudkan kota-kota serta pemukiman yang inklusif, berkualitas, aman, berketahanan dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat berkebutuhan khusus.
.
“Aplikasi ini diharapkan bisa ikut membantu mengatasi persoalan bangsa terutama dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan dan inklusif bagi semuanya,” harapnya.
Aplikasi Discover berhasil membawa ketiga mahasiswa muda ini meraih juara pertama dalam kompetisi Ideation Challenge Asia-Pacific 2016 di Bangkok, Thailand. Dalam kompetisi yang diadakan oleh United National Development Programme Regional (UNDP) Asia-Pasifik, tim Discover berhasil menyisihkan 11 tim lain dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. (wowkerenbgt)
0 comments
Post a Comment